20TH PROJECT : MENTAL TERHORMAT
Perbincangan
seorang supir dan penumpangnya beberapa waktu lalu mengusik saya. Ketika
itu, saya dalam perjalanan menuju bandara yang terletak di kota sebelah untuk
menemui keluarga dengan menggunakan jasa travel. Sang supir dan penumpang yg duduk
di kursi depan membicarakan banyak hal. Pada awalnya saya tidak tertarik,namun
pembicaraan mereka mengejutkan saya. Sang penumpang bercerita bagaimana
perdangangan narkoba yang terjadi di penjara. Jadi,para bandar dan pengguna
narkoba yang di penjara masih bisa melakukan transaksi dengan dunia luar dan
mengonsumsi narkoba. Malah katanya beberapa penjara menjadi markas peredaran
narkoba. Seseorang juga dapat menjadi pengguna narkoba ketika mereka berada di
penjara meski sebelumnya ia bersih. Saya sangat terkejut kala itu. Entah
mungkin karena saya terlalu naif atau dunia ternyata lebih mengerikan dari yang
saya bayangkan. Kunci dari semua itu adalah sang sipir penjara. Ya,karena sipir
lah semua terjadi. Mereka yang menjaga pintu menuju dunia luar. Dengan sejumlah
uang,transaksi dengan mudah di lakukan. Pengiriman paket kemanapun bukanlah
masalah. Sipir bersedia menjadi kurir dengan harga yang sesuai. Penjara bukan
lagi tempat sunyi yang mencekam,melainkan tempat untuk melebarkan sayap bisnis
dan mencari relasi baru. Sungguh ironis.
Yang
lebih ironis dari perdagangan tersebut adalah mental sang sipir penjara yang
tidak terhormat dan tidak menghormati dirinya sendiri. Sungguh,menjadi
terhormat dan menghormati diri sendiri bukanlah tentang bagaimana pandangan
orang lain terhadap diri kita. Tidak dengan mengenakan baju dan sepatu keluaran
terbaru dari merk terkenal, jam tangan berlian limited edition, dikawal bodyguard dengan keahlian bela diri yang
tidak terkalahkan, bolak-balik ke luar negeri dengan jet pribadi, menyumbangkan
milyaran rupiah kepada LSM dan masyarakat tidak mampu yang diliput oleh stasiun
ternama, dikenal oleh masyarakat luas sebagai dermawan, dan hal lain yang
membuatnya terlihat sempurna di mata manusia lain. Menjadi terhormat dan
menghormati diri sendiri adalah dengan memberikan hak yang tepat kepada diri
sendiri, bukan memaksakan hak yang tidak seharusnya ia miliki. Tidak men-dzolimi
diri sendiri dengan memakan,menggunakan barang yang bukan haknya dan tidak
seharusnya mereka miliki.
Mental terhormat
juga tidak didasari pada pekerjaan seseorang. PNS, polisi, pejabat, presiden pasti
memiliki mental terhormat-pemulung, penjual sayur, loper koran tidak memiliki
mental terhormat. Sungguh tidak ada hubungannya.
Mental terhormat
adalah tentang menjaga harga diri. Bukan dihadapan manusia, tapi dihadapan
Allah. Dia yang mengetahui segala isi hati, tak peduli bagaimana pandangan manusia
lain terhadapmu. Kenapa juga harus jaga harga diri dihadapan Allah? Karena setiap manusia akan mempertanggungjawabkan semuanya dihadapanNya.
Mental terhormat
dapat melahirkan pekerjaan terhormat, tidak dilihat dari status dan berapa gaji
yang didapatkan, tapi dari bagaimana ia melakukan pekerjaan sesuai kewajiban tanpa
mengambil dan menuntut hak yang tidak seharusnya ia dapatkan. Terhormat
tidaklah dari berapa banyak gaji dan sebagus apa fasilitas yang didapatkan.
Terhormat adalah bertanggung jawab atas kualitas pekerjaan yang dilakukan. Terhormat
adalah menyesuaikan kapasitas dengan hak yang harus ia peroleh. Seorang PNS
akan menjadi tidak terhormat jka ia melakukan korupsi,pun pemulung akan menjadi
terhormat jika ia tidak mengambil barang yang ia tidak punya hak atasnya. Seorang
mahasiswa menjadi tidak terhormat jika ia membanggakan IPK tinggi yang ia
dapatkan meski dengan cara yang kurang tepat. Mencontek, titip absen, copas tugas
teman, dan lainnya. Anggota dewan meminta kenaikan gaji dan fasilitas yang
wah, tapi tidak di sesuaikan dengan kualitas kerjanya. Dokter dan tenaga
kesehatan yang seharusnya menjadi perantara Allah untuk menjaga kesehatan
masyarakat malah memberikan vaksin palsu kepada pasiennya. Sipir penjara diatas
juga tidaklah menjadi terhormat meski mendapat setumpuk uang yang didapatkan
dari jalan yang salah.
Dan, yang lebih memalukan lagi dari orang-orang yang tidak memiliki mental terhormat adalah tidak adanya perasaan bersalah pada dirinya. Tidak memiliki rasa malu karena mengambil hak orang lain,membunuh,mencuri,dan lainnya.
Mental
tidak terhormat ini lah yang kemudian banyak melahirkan pelaku-pelaku kejahatan-KKN, pembunuh, pencuri, pedagang
barang haram, dan lainnya-di berbagai kalangan. Tak pandang bulu. Tak lagi takut
mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah. Tak lagi peduli tentang
kehidupan setelah mati. Maka, tunggulah hari ketika tak ada lagi kesempatan
untuk berubah, tunggulah balasan atas segala perbuatan tidak terhormat yang
telah dilakukan, tunggulah balasan karena tidak menjaga harga diri dihadapan
Allah.
Samarinda,19 Juli 2016
Revisi.
Makassar,18 September 2016
nb: Saya masih amatir, masih perlu
membaca banyak buku,lebih peka lagi terhadap lingkungan sekitar, masih harus
banyak belajar. Saya menulis sebatas pengetahuan saya. Koreksi dan masukan saya butuhkan untuk
menjadi lebih baik lagi ;)



Komentar
Posting Komentar